Ken2Rism | One Step Better

Sugeng Rawuh, Pemirsa !


HaLo Pemirsa !

Piye Kabare ? Hopefully Have a Nice Day on You ! Yang lg putus cinta nggak usah dipikir bingit2. Dunia tdk sesempit daun putri malu ( cilik menthik ), happy aja nggih !!! Salam dari Jogja ......

Ken2Rism

Blogger GauL

Kenalan Yuk !

Join To Connect With Me

Portfolio


  • PANTAI Pulau Drini di Dusun Wonosobo, Desa Banjareja, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul tak pernah sepi dari perhatian wisatawan. Sebab, menawarkan jutaan keindahan yang sayang bila dilewatkan. Namun, ada legenda yang berkembang di masyarakat setempat terkait banyaknya pohon dirini.

    Warga setempat Widi (61) yang juga cucu Mbah Wugu dan Pitrah yang menjadi sesepuh kawasan ini, pohon dirini berfungsi untuk mengusir ular sehingga banyak warga menanamnya. Bahkan, pernah ada warga Magelang yang khusus datang mencari pohon ini lantaran rumahnya sering kemasukan ular. Setelah menyimpan kayu drini, rumahnya semakin aman dan ular tidak pernah masuk lagi.

    "Sayang pohon Drini sekarang ini hampir punah, di pulau yang terpisah dengan pantai, pohon drini sudah habis, diburu banyak orang/pengunjung yang datang ke Pulau Drini. Untung ada penduduk yang masih mempunyai pohon drini, yang dibudidayakan dengan Bonsai Tanaman Drini. Pengunjung dapat membeli dengan harga beragam, ada yang sampai ratusan ribu rupiah.” Kata Widi.

    Selain eksotisme alam dan kejernihan airnya, Pantai Drini dihiasi 37 kapal nelayan yang melaut setiap hari. Bahkan, untuk mengusir dahaga atau lapar, pengunjung bisa membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan serta diolah di warung yang ada. Selain itu, terdapat masjid sehingga memudahkan umat muslim menjalankan ibadah.

    Sigit seorang pengunjung dari Prambanan mengagumi keindahan alam di pantai tersebut. Selain bisa berenang karena ombaknya tak terlalu besar dan airnya tenang, ditopang pemandangan alam yang tak kalah cantinya.


    "Saya senang sekali bisa bersantai disini, pemandangannya cukup indah dan airnya jernih sehingga cocok untuk bersantai atau melepaskan penat dari aktivitas sehari-hari."
  • Pantai merupakan keindahan alam yang membuat daya tarik tersendiri bagi orang orang yang berkunjung pada sebuah tempat dengan suasana tropisnya. Kita mengenal banyak pantai di dunia ini dengan deburan ombak dan warna air yang hijau muda serta pasir yang agak kecoklatan. Sahabat anehdidunia.com itulah gambaran pantai pada umumnya. Namun bagaimana gambaran pantai unik yang akan kami jabarkan dibawah ini? 

    Pantai Tanjung Api Sulawesi Tengah


    Terletak di Tanjung Api, Ampana, Sulawesi Tengah. Tanjung Api adalah sebuah tanjung di Teluk Tomini yang masuk ke kawasan Cagar Alam Tanjung Api. Uniknya, Pantai ini memiliki sumber gas alam yang keluar dari dalam pasirnya. Sejenak tidak  ada hal unik yang terlihat di pantai ini, namun jika kita mengeruk pasir sedalam lima sampai sepuluh centimeter maka akan keluar gas yang dapat dinyalakan dengan korek api. 

    Apabila tidak ditutup dengan pasir atau tanah, maka api ini akan menyala terus. Karena ini juga, konon para nelayan yang sedang memancing ikan di sekitar Tanjung Api, bila lapar tinggal merapat ke pantai dan membakar ikannya tanpa bersusah payah meniup-niup api terlebih dahulu. Tanjung Api juga memiliki panorama bawah laut yang indah. Dan kawasan cagar alam yang mengelilinginya adalah kawasan hutan tropis yang masih alami lengkap dengan hewan endemik seperti anoa, babi rusa, monyet, dan berbagai macam burung.

    Pantai Mabua Filipina

    Sebuah pantai selalu menyimpan keindahan tersendiri, seperti juga yang dimiliki oleh Pantai Mabua, Filipina. Disebut pantai unik karena di sepanjang bibirnya tersebar jutaan batu-batuan laut kecil yang permukaannya halus dan berwarna putih. Berbeda sekali dengan berbagai pantai lain yang ada di penjuru Bumi.

    Kebanyakan pantai yang lain akan dipenuhi pasir baik pasir putih atau hitam, atau penuh dengan batu karang kasar. Pantai Mabua lebih mirip dengan pinggir kali yang biasanya dipenuhi batu-batu kecil.
     Lokasi pantai unik ini adalah dekat dengan kota Surigao, Filipina, sekitar 30 menit perjalanan. Pantai Mabua banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar negeri untuk menyaksikan keunikannya tersebut.

    Berjuta batu halus kecil dengan bentuk bulat atau oval memenuhi pinggir pantai Mabua. Dikatakan bahwa asal batu-batu ini adalah dari dasar lautan. Ombak besar dan arus kuat yang membawa jutaan batuan itu hingga terdampar di pantai. Dengan proses pengikisan ombak beratus tahun, batuan di tepi Pantai Mabua akhirnya menjadi halus dan berwarna putih. Seperti diamplas oleh mesin pengamplas saja layaknya. Yang jelas pengunjung yang berjalan-jalan di sepanjang pantai tak akan kesakitan karena menginjak bebatuan tersebut.

    Fort Bragg Pantai Kaca California

    Mungkin Anda sudah sering menjumpai pecahan botol kaca di sela-sela pasir pantai. Pecahan kaca yang dapat melukai kaki tersebut merupakan ulah pengunjung yang tidak bertanggungjawab dalam membuang sampah. Tetapi di Fort Bragg pecahan beling memenuhi hampir keseluruhan pesisir pantai. Fort Bragg merupakan salah satu pantai kaca paling cantik di dunia. Sama seperti pantai kaca di Kauai, Hawaii, pasir pantai di Fort Bragg dihiasi kerikil-kerikil kaca dalam berbagai warna.

    Seperti ditulis Unfinished Man, pantai ini dulunya merupakan lokasi pembuangan sampah warga sejak tahun 1949. Selama 18 tahun lebih para pengunjung pantai membuang botol bekas dan sampah lainnya di sekitar pantai. Sahabat anehdidunia.com pecahan kaca ini sudah mengalami erosi karena air laut yang menerpa, sehingga ujung-ujungnya menjadi lembut. Pecahan kaca berwarna-warni tersebut jadi tampak seperti manik-manik kaca yang menjadi perhiasan pantai Kauai. Sekarang taman ini menjadi bagian dari MacKerricher State Park.

    Pfeiffer Pantai Ungu California Amerika Serikat
    Sudah pernah mendengar pantai yang berwarna ungu? Ternyata pantai seperti itu benar-benar ada, lho. Di Pfeiffer bagian utara, tepatnya di Big Sur State Park, California, pasir pantainya berwarna ungu. Jika dilihat dari dekat, pasir tersebut merupakan campuran dari warna violet, merah muda, dan ungu tua. Ditulis Budget Travel, warna-warna cantik tersebut terjadi karena butiran batu kuarsa dan garnet dengan kandungan mangan dari bukit di sekitarnya. Pasir berwarna ungu ini bisa dijumpai setelah badai pada musim dingin.

    Pantai merah Panjin, China
    Tempat dengan julukan pantai merah ini berlokasi di delta Sungai Liaohe, 30 kilometer dari kota Panjin, China. Pantai ini mendapatkan namanya karena area pantainya yang diselimuti warna merah menyala. Warna merah menyala tersebut dikarenakan tanaman Suaeda salsa, sejenis rumput laut yang tumbuh subur di tanah dengan kadar garam alkali tinggi. Rumput-rumput ini tumbuh dari bulan April sampai Mei. Saat itu tanaman tersebut masih berwarna hijau. Baru ketika memasuki musim gugur warnanya berubah merah, menjadikan seluruh area pantai diselimuti warna merah.

    Pemandangan itulah yang diburu oleh para wisatawan, karena saat musim gugur pantai ini tampak seperti hamparan permadani raksasa berwarna merah yang mengagumkan. Saat seperti ini biasanya banyak turis yang berkunjung. Tetapi karena sebagian besar wilayah Pantai Merah merupakan kawasan konservasi, jadi hanya sebagian kecil saja yang terbuka untuk umum.

    Uniknya, pantai ini juga menjadi habitat bagi burung bangau merah. Jadi pengunjung bisa menyaksikan sekawanan burung bangau merah yang sedang mencari makan sembari menikmati keindahan alam sekitar yang berwarna merah pula. Menurut Amusing Planet, pantai ini juga merupakan rawa alang-alang terluas di Asia. Alang-alang tersebut dieksploitasi dan digunakan untuk bahan baku dalam industri manufaktur kertas.

    Papakolea Pantai Hijau Hawaii
    Pantai Papakolea terletak di Distrik Kau, Kepulauan Hawaii. Pasir di pantai ini berwarna hijau gelap seperti buah zaitun. Seperti ditulis Top Dreamer, pantai ini merupakan salah satu dari dua pantai berpasir hijau yang ada di dunia.

    Warna hijau yang unik tersebut terjadi karena butiran kristal olivine dari letusan gunung berapi Pu'u o Mahana yang terjadi sekitar 10.000 tahun lalu. Butiran kristal tersebut lebih berat daripada materi vulkanik lainnya. Jadi ketika materi-materi vulkanik lain terseret ombak, kristal olivine di pantai Papakolea tetap di sana dan menjadikan pesisir tampak seperti disiram warna hijau seperti sekarang.

    Pantai putih Hyams, Australia
    Pantai ini terletak di Teluk Jervis, negara bagian New South Wales, Australia. Pantai Hyams adalah salah satu atraksi yang paling terkenal di Australia karena pasir pantainya yang berwarna putih bersih. Pantai ini bahkan masuk ke The Guinness Book of Records sebagai pantai dengan pasir paling putih di dunia. Saat matahari bersinar terang pasir pantai ini akan tampak semakin putih seperti salju.

    Selain karena pemandangan alam sekitarnya yang indah, pantai ini juga populer sebagi lokasi penyelaman dan snorkeling. Bahkan disebut-sebut sebagai lokasi peyelaman terbaik di Australia setelah Great Barrier Reef.

    Schooner Gulch Pantai Batu California Amerika Serikat
    Schooner Gulch adalah pantai yang berlokasi di Mendocino County, California. Pantai ini merupakan salah satu tempat rekreasi favorit warga di Mendocino. Penduduk setempat dan turis lokal memancing, berselancar, piknik, dan menyaksikan matahari terbenam di sana.

    Tetapi bukan itu yang menjadikan pantai ini unik. Batu-batu yang tersebar di sepanjang pantai Schooner Gulch yang berukuran besar-besar memiliki bentuk bulat seperti bola bowling raksasa. Karena itulah pantai ini mendapat julukan Pantai Bola Bowling. Batu-batu tersebut merupakan fenomena alam yang jarang.

    Semoga kita semua bisa mengunjungi pantai paling unik di dunia itu. Marilah menabung mulai sekarang. dan tetap semangat.
  • Menikmati matahari terbit dari gunung api paling aktif di negeri ini, serta menengok langsung kawah Merapi yang selalu bergolak menjadi pengalaman wajib seumur hidup.

    Berkunjung di kaki Merapi bertepatan dengan usainya ritual sadranan. Selama beberapa hari diadakannya ritual tersebut base camp ditutup sehingga para pendaki tidak diperkenankan transit melainkan bisa langsung melakukan pendakian. Hal ini dikarenakan base camp Barameru yang juga merupakan kediaman Mbah Min disediakan untuk menjamu para tamu dari dusun tetangga. Tradisi sadranan memang tak bisa dilepaskan dari masyarakat lereng Merapi; ritual ini digelar setiap tahun menjelang bulan Ramadhan untuk menghormati leluhur, juga sebagai sarana mengikat persaudaraan.

    Gunung Merapi yang berada dalam satu garis lurus dengan Keraton Jogja dan Samudera Hindia memegang posisi penting dalam masyarakat Jawa. Hal ini dipercaya sebagai suatu trinitas kosmologi yang mempunyai hubungan erat satu sama lain. Merapi sebagai api, Laut Selatan perlambang air, sementara Keraton adalah penyeimbangnya. Malam ini kami berangkat untuk mendaki sang unsur api, Merapi.

    Kami mengambil rute pendakian jalur sisi Utara, yaitu via Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Plalangan adalah dusun terakhir bila kita akan melakukan pendakian melalui jalur Selo. Untuk sampai ke sini kita bisa naik angkutan umum dari arah Jogja ke Magelang; turunlah di Blabak lalu lanjutkan naik mini bus jurusan Selo. Untuk mencapai BASE CAMP BARAMERU (MBAH MIN) kita harus berjalan kaki melewati jalan aspal menanjak karena tak ada angkutan umum yang lewat kampung ini. Bila ingin lebih mudah kita bisa menyewa mobil untuk mengantar langsung hingga base camp, tarifnya sekitar Rp 800.000 untuk mengantar dan menjemput dari Jogja. Sebenarnya masih ada jalur lain seperti jalur Deles ataupun Babadan. Namun, rutenya relatif lebih sulit sehingga jalur Selo menjadi favorit para pendaki hingga kini. Sementara itu, jalur Selatan via Dusun Kaliadem sudah tidak bisa dilalui pasca erupsi besar tahun 2010 silam.

    Di base camp kita bisa beristirahat dan bermalam, tak ada tarif baku, sepantasnya saja. Pengunjung dikenai tarif Rp 35.000, sudah termasuk makan 3 porsi. Pendakian kali ini kami ditemani Gimar, seorang ayah muda berusia 22 tahun yang juga merupakan anak bungsu dari Mbah Min. Sehari-harinya Gimar adalah petani dan penjaga pos pendaftaran pendakian. Bila ada pendaki yang perlu bantuannya, Gimar bisa menjadiporter ataupun guide. Jika memerlukan, sampaikan saja pada Mbah Min, maka beliau akan mencarikannya. Tarif untuk porter berkisar Rp 125.000 sementara untuk guide Rp 300.000. Siapkan air secukupnya karena kita tak akan menemui mata air selama perjalanan hingga ke puncak. Jangan lupa membawa jaket bila tak ingin membeku disergap dingin udara gunung.

    Lama perjalanan normal mendaki Merapi hingga puncak sekitar 5-6 jam. Empat hingga lima jam pertama dihabiskan melewati base camp hingga pos 3 atau Pasar Bubrah, selanjutnya perjalanan selama sekitar satu jam dari Pasar Bubrah ke puncak. Namun kali ini  berangkat lebih awal karena berencana untuk camping dan mencari spot terbaik untuk menikmati sunrise. Pukul 19.30 kami berangkat. Perjalanan dimulai dengan tanjakan aspal hingga New Selo, selanjutnya berganti dengan jalan setapak melewati ladang tembakau dan kubis milik penduduk. 

    Setelah berjalan selama kurang lebih 1 jam, gapura selamat datang akan menyambut. Sekitar sejam perjalanan dari gapura melewati hutan pinus, kita akan sampai di Pos 1. Dari Pos 1 menuju Pos 2 memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan medan terjal yang menguras tenaga. Rute Pos 2 ke Pos 3 atau Pasar Bubrah relatif lebih mudah meskipun tetap dipenuhi batu. Tak ada penerangan selama perjalanan, jadi pastikan headlamp dalam kondisi prima.

    Dalam gelap, bukan berarti tak ada pemandangan yang tak bisa dinikmati. Suasana damai begitu terasa; sayup-sayup terdengar bunyi gamelan dari acara ketoprak yang digelar warga, mengiringi setiap langkah menapaki kerasnya batu sisa-sisa muntahan kawah. Angin pun tak mau ketinggalan dalam pertunjukan, disapanya pohon-pohon agar ikut bersuara, semakin menambah hawa magis Merapi. Saat berhenti sejenak untuk melepas lelah, terlihat di bawah awan ribuan lampu bagaikan kerajaan kunang-kunang. Cobalah menengadah ke atas, jutaan bintang memenuhi langit kelam, seperti taburan serbuk peri yang berkilauan.

    Tak terasa kami hampir sampai di Pasar Bubrah, namun kami sengaja tidak segera mendatanginya. Kami putuskan untuk mendirikan tenda di balik sebuah batu besar demi berlindung dari kencangnya angin malam itu. Dari tempat menggelar tenda ini, pemandangan rupawan yang telah kami cicipi tadi bisa lebih puas dinikmati. Seolah berada di dunia lain ketika di bawah kaki terlihat ribuan lampu kota, sedangkan mendongak ke atas para penghuni galaksi Bima Sakti tampak jelas.

    Saat mentari datang esok paginya, semua berubah. Gemerlap bintang digantikan cahaya keemasan muncul dari balik Gunung Lawu di sisi Timur, membuat tanah yang kami pijak bak permadani bersulam benang emas dari Persia. Gunung Merbabu dengan tenang duduk di sisi Utara, sementara tiga bersaudara Gunung Slamet, Sumbing, dan Sindoro masih sedikit tertutup kabut di sebelah Barat bagaikan komplek piramida Giza di Mesir. Menikmati suasana Merapi seperti ini seolah mempertanyakan keganasannya yang legendaris, sejenak lupa bahwa gunung ini pernah menelan ribuan nyawa, mengubur peradaban, mengusir Kerajaan Mataram Kuno hingga ke Timur Pulau Jawa.

    Kini waktunya melanjutkan perjalanan ke puncak, melewati Pasar Bubrah yang 8000 tahun silam adalah kawah Merapi. Rute penuh pasir dan batu menjadi pilihan satu-satunya, tak ada jalan lain. Pasir dan kerikil tak cukup kuat menahan pijakan, menarik kaki untuk terus-terusan merosot. Magma beku dari erupsi terakhir juga masih terlalu labil hingga harus ekstra hati-hati memilih batu yang tepat, memaksa kita harus merangkak untuk bisa maju selangkah demi selangkah. Setelah sekitar 1 jam, bau belerang menghampiri hidung kami. Berdiri di bibir kawah dari gunung paling aktif di negeri ini tentu sebuah pengalaman tak terlupa, 2914 meter tingginya dari permukaan laut. Pemandangan dari sini tak kalah spektakuler, sehingga perjalanan penuh perjuangan serasa tak berbekas, hilang entah ditelan siapa. Kami sudah di puncak Merapi.

    Puncak Merapi ini juga merupakan spot favorit para pendaki untuk menikmati sunrise. Hanya saja, tempat yang sempit dan curam menyulitkan para pemburu gambar untuk bisa berpindah-pindah mencari sudut terbaik, apalagi untuk meletakkan tripod. Sebelum siang datang, kami segera turun. Perjalanan pulang ke base camp memakan waktu sekitar 4 jam. Disinari cahaya matahari, terlihat lahan penduduk di lereng gunung. Kawasan ini adalah daerah subur berkat abu vulkanik yang rutin dikeluarkan kawah Merapi. Sesungguhnya Merapi tak pernah marah; dia hanya menyeimbangkan diri, membagi apa yang dimilikinya untuk alam di sekitarnya.





  • Batam adalah salah satu daerah yang menjadi gerbang masuk banyak turis dari Singapura. Alasannya, turis asal Negeri Singa tersebut suka sekali wisata olahraga bersepeda di sana.

    "Sejauh ini event yang paling digemari itu sport tourism, misalnya golf. Tapi akhir-akhir ini yang berkembang itu sepeda, per event bisa 300-350 cyclists dari berbagai nationality yang datang," ujar Yusfa Hendri, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Batam, dalam acara kunjungan Kemenpar di Pelabuhan Batam Center, Minggu (8/2/2015).

    Yusfa menyebutkan bahwa turis yang datang banyak dari Singapura tapi ada juga yang dari negara lain. Batam memang memiliki lebih banyak tempat yang luas untuk olahraga daripada di Singapura.

    "Mereka dari Singapura kan tidak ada tempat jadi datangnya ke sini. Jadi, event sport yang bisa narik mereka ke sini," kata Yusfa.

    Namun, untuk lamanya waktu kunjungan di Batam, Yusfa menyebutkan bahwa kunjunga wisman tergolong singkat. Biasanya hanya datang saat akhir pekan, mereka tiba pada Jumat malam dan kembali ke Singapura pada Minggu malam.

    Rata-rata biaya yang dihabiskan per wisman selama di Batam juga tidak terlalu banyak. "Waktunya lebih singkat. Mereka ingin datang ya datang saja. Rata-rata per visit 300 USD karena length of stay nya pendek," tutur Yusfa.
  • Bosan dengan tempat hangout yang itu-itu saja? Coba kita sejenak lari dari rutinitas dan pergi ke daerah Jakarta Utara, tepatnya di Ancol. Di sini Anda dapat menikmati keindahan Kota Jakarta sekaligus pantainya. Menawarkan sesuatu yang berbeda, 33 Degree Sky Bridge Lounge di Jakarta Utara ini wajib Anda kunjungi.
    Lounge dengan konsep unik dan berbeda ini memberikan 3 pilihan untuk Anda yang ingin menikmati city view area (outdoor), dining area (indoor), dan ocean view area (outdoor). Yang lebih memanjakan mata, konsepnya terlihat modern dengan memadukan beberapa unsur warna hingga menjadi satu pemandangan yang indah, nyaman dan eye catching.
    Menyajikan menu-menu ringan yang cocok menjadi teman bersantai dan ngobrol bersama sahabat. Mengusung menu single bites, Anda dapat mencoba Pan Fried Salmon. Menu ini berisi tiga piece salmon di atas garlic bread dan disajikan bersama organic Hollandaise sauce.
    Tapi jika Anda tak puas dengan menu ringan tadi, Anda bisa beralih ke menu yang lebih mengenyangkan seperti Chicken Vindallo. Makanan ini berbentuk bulat dan dipotong-potong dengan isi chicken breast dan spinach di dalamnya, lalu dinikmati bersama salad.
    Selain makanan, cocktails mereka juga tak kalah menggugah selera. Jika Anda adalah salah satu penggemar cocktails dengan rasa buah, cobalah Lychee Martini, salah satu signature cocktails yang cocok untuk teman menghabiskan akhir pekan ini.
    Yang kedua, silakan pesan 33 Jump Shot bagi yang ingin minuman yang lebih strong. Minuman ini berasal dari campuran tequila, kahlua, orange, coffee, dan sugar. Jadi, tunggu apalagi? Tak ada salahnya mencoba datang ke lounge yang menjadi satu kesatuan dengan Aston Marina Ancol ini.
  • Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia

    Terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering.

    Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

    Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja kami memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.


    Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

    Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menanti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air. Kami pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai di bawah air terjun dan mandi di bawahnya. Kali ini rasanya seperti berada di negeri antah berantah di mana air mengalir begitu melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir di mana-mana. Seorang kawan tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat kami merasa menjadi bidadari yang berselendangkan pelangi.

    Biaya: Rp 30.000 (merupakan tiket terusan dengan Gua Rancang Kencono)

    Keterangan:
    Wisata Air Terjun Sri Gethuk sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Bleberan. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Kohar (+62 853 3400 5700).

  • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah salah satu Taman Nasional yang terletak di propinsi Jawa Timur Indonesia. Meliputi Kota dan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang
    Daftar Nama Taman Nasional lain di Jawa Timur :

    1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
    2. Taman Nasional Baluran,
    3. Taman Nasional Meru Betiri (Wisata Pantai Sukamade Banyuwangi – Konservasi Penyu) dan
    4. Taman Nasonal Alas Purwo (meliputi wisata Gunung Kawah Ijen)

    Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur merupakan yang paling terkenal di Indonesia maupun taraf internasional karena punya banyak obyek wisata menarik yang bisa di nikmati, diantaranya Wisata Gunung Bromo , Wisata Sunrise di Gunung PenanjakanLautan Pasir BromoSavana, Pasir Berbisik , Wisata Gunung Semeru, Air Terjun MadakaripuraDanau Ranu KumboloDanau Ranu Regulo , Ranu Pane. Rute untuk menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga sangat mudah , layaknya rute menuju Gunung Bromo. Namun ada alternatif lain yang cukup menarik yaitu melalui jalur selatan yauti Malang – Tumpang – Ngadas – TBTS. Setelah mengunjungi beberapa obyek wisata Malang, banyak pengunjung TNBTS yang mengambil langsung rute ini, walaupun cukup ekstrim jalannya namun banyak obyek wisata yang bisa di singgahi, misalnya Coban Pelangi, Coban Trisula, Rafting di Tumpang dsb.

    Tumbuhan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur
    Flora atau jenis tumbuhan yang terdapat pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mempunyai tipe ekosistem sub – montana, montana serta sub – alphin yatu dengan berbagai macam pohon-pohon yang besar dengan usia ratusan tahun seperti Pohon Cemara Gunung, Jamuju, Bunga Edelweis, dan Anggrek dan rerumputan yang langka lainnya.

    Satwa di Taman Nasional Bromo Semeru :

    - Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
    - Rusa (Rusa timorensis )
    - Kera berekor panjang (Macaca fascicularis)
    - Kijang (Muntiacus muntjak)
    - Ayam hutan merah (Gallus gallus)
    - Macan Tutul (Panthera pardus melas)
    - Ajag (Cuon alpinus javanicus)
    - Burung alap-alap (Accipiter virgatus)
    - Rangkong (Buceros rhinoceros silvestris)
    - Elang ular bido (Spilornis cheela bido)
    - Srigunting hitam (Dicrurus macrocercus)
    - Elang bondol (Haliastur indus)
    - Belibis (Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo)
    Data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru :
    Dinyatakan oleh : Menteri Pertanian, tahun 1982.
    Ditunjuk oleh : Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas 50.276,2 hektar.
    Ditetapkan :
    Letak dan Lokasi : Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.Lumajang, dan Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur.
    Temperatur suhu udara : 3° – 20° C.
    Curah hujan rata-rata : 6.600 mm/tahun
    Ketinggian tempat : 750 – 3.676 m. dpl
    Letak geografis : 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT

    Wisata Gunung Bromo adalah merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger
    Semeru, salah satu gunung berapi pegunungan yang masih aktif dan sebagai salah satu obyek wisata yang paling terkenal di Jawa Timur, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Pesona wisata Bromo yang paling menarik pengunjung adalah menikmati indahnya sunrise di Bromo atau Matahari Terbit. Dimana pengunjung rela bangun bagi untuk melihat fenomena keindahanya. Yang unik saat berlibur diwisata di Bromo dan sekitarnya adalah pengunjung di wajibkan sewa jeep bromo / hartop jadi sifatnya bromo tour bersifat adventure

    Selain Gunung Bromo, Wisata Gunung Semeru adalah salah satu obyek wisata yang banyak menyedot perhatian pengunjung. Khusus bagi pecinta petualang alam atau pendakian gunung, gunung Semeru adalah gunung yang wajib di kunjungi karena merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

    Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur mampu menarik ribuan pengunjung tiap harinya. Apalagi pada hari-hari liburan nasional.Hotel di sekitar Gunung Bromo sampai tidak bisa menampung banyaknya jumlah pengunjung. Alternatifnya memakai penginapan rumah-rumah penduduk atau homestay, losmen atau villa yang disewakan warga sekitar yang rata-rata adalah suku asli Gunung Bromo atau Suku Tenggeryang terkenal dengan upacara adat Kasodo.

Comments

The Visitors says